Rabu, 06 Juni 2012


TESTIMONI SURVEI PENDIDIKAN


Pengalaman yang saya dapat dari pembelajaran tentang pembuatan survey ada banyak.Diantaranya saya bisa membuat survey secara online,dimana saya sebelumnya belum pernah melakukannya.Awalnya saya bingung bagaimana cara membuatnya ,namun karena ada bantuan dari teman saya,maka semuanya dapat teratasi dengan baik hingga saya bisa membuat survey tersebut.Pengisian survey oleh teman-teman membuat saya kewalahan karena kuota survey saya begiu lama mencapai angka reponden yang saya inginkan,hingga hari demi hari jumlah responden survey saya semakin lama semakin banyak.Ini bisa membuat saya juga untuk bisa bersosialisasi antara teman yang lain untuk mengajak mereka mengisi survey saya.
Selain itu dalam mengerjakan survey juga sangat diperlukan kesabaran ekstra untuk mempromosikan survey tersebut yang kadang kala jika saya membagikan pada teman-teman,tidak satupun memberikan respon,padahal kita sendiri sudah mengisi surveinya,ada lagi yang mengisi,namun incompleted answer.Namun itulah tantangan yang semakin membuat saya semangat dalam mengrerjaknnya hingga survey ini akhirnya selesai dengan lancar hingga waktunya.

ANDRAGOGI
Andragogi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Andra berarti orang dewasa dan agogos berarti memimpin. Perdefinisi andragogi kemudian dirumuskan sebagau "Suatu seni dan ilmu untuk membantu orang dewasa belajar". Kata andragogi pertama kali digunakan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan dan merumuskan konsep-konsep dasar teori pendidikan Plato. Meskipun demikian, Kapp tetap membedakan antara pengertian "Social-pedagogy" yang menyiratkan arti pendidikan orang dewasa, dengan andragogi. Dalam rumusan Kapp, "Social-pedagogy" lebih merupakan proses pendidikan pemulihan (remedial) bagi orang dewasa yang cacat. Adapun andragogi, justru lebih merupakan proses pendidikan bagi seluruh orang dewasa, cacat atau tidak cacat secara berkelanjutan. 

Andragogi dan Pedagogi 
Malcolm Knowles menyatakan bahwa apa yang kita ketahui tentang belajar selama ini adalah merupakan kesimpulan dari berbagai kajian terhadap perilaku kanak-kanak dan binatang percobaan tertentu. Pada umumnya memang, apa yang kita ketahui kemudian tentang mengajar juga merupakan hasil kesimpulan dari pengalaman mengajar terhadap anak-anak. Sebagian besar teori belajar-mengajar, didasarkan pada perumusan konsep pendidikan sebagai suatu proses pengalihan kebudayaan. Atas dasar teori-teori dan asumsi itulah kemudian tercetus istilah "pedagogi" yang akar-akarnya berasal dari bahasa Yunani, paid berarti kanak-kanak dan agogos berarti memimpin. Kemudian Pedagogi mengandung arti memimpin anak-anak atau perdefinisi diartikan secara khusus sebagai "suatu ilmu dan seni mengajar kanak-kanak". Akhirnya pedagogi kemudian didefinisikan secara umum sebagai "ilmu dan seni mengajar". Untuk memahami perbedaan antara pengertian pedagogi dengan pengertian andragogi yang telah dikemukakan, harus dilihat terlebih dahulu empat perbedaan mendasar, yaitu : 
1. Citra Diri 
Citra diri seorang anak-anak adalah bahwa dirinya tergantung pada orang lain. Pada saat anak itu menjadi dewasa, ia menjadi kian sadar dan merasa bahwa ia dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Perubahan dari citra ketergantungan kepada orang lain menjadi citra mandiri. Hal ini disebut sebagai pencapaian tingkat kematangan psikologis atau tahap masa dewasa. Dengan demikian, orang yang telah mencapai masa dewasa akan berkecil hati apabila diperlakukan sebagai anak-anak. Dalam masa dewasa ini, seseorang telah memiliki kemauan untuk mengarahkan diri sendiri untuk belajar. Dorongan hati untuk belajar terus berkembang dan seringkali justru berkembang sedemikian kuat untuk terus melanjutkan proses belajarnya tanpa batas. Implikasi dari keadaan tersebut adalah dalam hal hubungan antara guru dan murid. Pada proses andragogi, hubungan itu bersifat timbal balik dan saling membantu. Pada proses pedagogi, hubungan itu lebih ditentukan oleh guru dan bersifat mengarah. 

2. Pengalaman 
Orang dewasa dalam hidupnya mempunyai banyak pengalaman yang sangat beraneka. Pada anak-anak, pengalaman itu justru hal yang baru sama sekali.Anak-anak memang mengalami banyak hal, namun belum berlangsung sedemikian sering. Dalam pendekatan proses andragogi, pengalaman orang dewasa justru dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya. Dalam pendekatan proses pedagogi, pengalaman itu justru dialihkan dari pihak guru ke pihak murid. Sebagian besar proses belajar dalam pendekatan pedagogi, karena itu, dilaksanakan dengan cara-cara komunikasi satu arah, seperti ; ceramah, penguasaan kemampuan membaca dan sebagainya. Pada proses andragogi, cara-cara yang ditempuh lebih bersifat diskusi kelompok, simulasi, permainan peran dan lain-lain. Dalam proses seperti itu, maka semua pengalaman peserta didik dapat didayagunakan sebagai sumber belajar. 

3. Kesiapan Belajar 
Perbedaan ketiga antara pedagogi dan andragogi adalah dalam hal pemilihan isi pelajaran. Dalam pendekatan pedagogi, gurulah yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihannya, serta kapan waktu hal tersebut akan diajarkan. Dalam pendekatan andragogi, peserta didiklah yang memutuskan apa yang akan dipelajarinya berdasarkan kebutuhannya sendiri. Guru sebagai fasilitator. 

4. Nirwana Waktu dan Arah Belajar 
Pendidikan seringkali dipandang sebagai upaya mempersiapkan anak didik untuk masa depan. Dalam pendekatan andragogi, belajar dipandang sebagai suatu proses pemecahan masalah ketimbang sebagai proses pemberian mata pelajaran tertentu. Karena itu, andragogi merupakan suatu proses penemuan dan pemecahan masalah nyata pada masa kini. Arah pencapaiannya adalah penemuan suatu situasi yang lebih baik, suatu tujuan yang sengaja diciptakan, suatu pengalaman pribadi, suatu pengalaman kolektif atau suatu kemungkinan pengembangan berdasarkan kenyataan yang ada saat ini. Untuk menemukan "dimana kita sekarang" dan "kemana kita akan pergi", itulah pusat kegiatan dalam proses andragogi. Maka belajar dalam pendekatan andragogi adalah berarti "memecahkan masalah hari ini", sedangkan pada pendekatan pedagogi, belajar itu justru merupakan proses pengumpulan informasi yang sedang dipelajari yang akan digunakan suatu waktu kelak. 

C. Langkah-langkah Pelaksanaan Andragogi 
Langkah-langkah kegiatan dan pengorganisasian program pendidikan yang menggunakan asas-asas pendekatan andragogi, selalu melibatkan tujuh proses sebagai berikut
1. Menciptakan iklim untuk belajar 
2. Menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu 
3. Menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai 
4. Merumuskan tujuan belajar 
5. Merancang kegiatan belajar 
6. Melaksanakan kegiatan belajar 
7. Mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan dan pencapaian nilai-nilai. 

Andragogi dapat disimpulkan sebagai : 

1. Cara untuk belajar secara langsung dari pengalaman 
2. Suatu proses pendidikan kembali yang dapat mengurangi konflik-konflik sosial, melalui kegiatan-kegiatan antar pribadi dalam kelompok belajar itu 
3. Suatu proses belajar yang diarahkan sendiri, dimana kira secara terus menerus dapat menilai kembali kebutuhan belajar yang timbul dari tuntutan situasi yang selalu berubah. 

Jumat, 01 Juni 2012


PEDAGOGI

   Jika dilihat dari segi istilah, pedagogik sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu paedos (anak) dan agogos (mengantar, membimbing, memimpin). Dari dua istilah diatas timbul istilah baru yaitu paedagogos dan pedagog, keduanya memiliki pengertian yang hampir serupa, yaitu sebutan untuk pelayan pada zaman Yunani kuno yang mengantarkan atau membimbing anak dari rumah ke sekolah setelah sampai di sekolah anak dilepas, dalam pengertian pedagog intinya adalah mengantarkan anak menuju pada kedewasaan.
Istilah lainnya yaitu Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogi yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak.
Lalu apa yang menjadi kesalahpahaman istilah Pedagogik?

   Kadang sebagian orang mengartikan bahwa pedagogik merupakan ilmu pendidikan, pemaknaan ini tidak berarti salah namun juga tidak sepenuhnya benar, mengapa? Karena jika ditinjau dari makna pendidikan secara luas maka Pendidikan adalah hidup. Lebih tepatnya segala pengalaman di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu.

 Dari pengertian diatas maka bisa dipahami ada beberapa tingkatan dalam pendidikan, sehingga menimbulkan cabang ilmu pendidikan yang dikembangkan para ahli yaitu pendidikan pada anak yang disebut Pedagogik, ilmu pendidikan bagi orang dewasa yang disebut Andragogi serta pendidikan bagi ilmu pendidikan manula yang disebut Gerogogi.
  Jelaslah bahwa Pedagogik terbatas pada ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak. Maka timbul pertanyaan lain, kapankah seorang anak masuk dalam kawasan pedagogik? Menurut M.J. Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat pada kemampuan anak memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik yang ada adalah pembiasaan. Sedang batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa.

  Jadi, pengertian bahwa pedagogik adalah ilmu pendidikan berarti benar dalam pengertian pendidikan pedagogik, namun berarti salah jika mengacu pada makna pendidikan secara luas.
Kemudian, mengapa Pedagogik diperlukan? Padahal pedagogik yang merupakan rangakaian teori kadang berlainan dengan praktek di lapangan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa pedagogik sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa pedagogik akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan.

   Untuk meyakinkan lebih jauh, pedagogik secara jelas memiliki kegunaan diantaranya bagi pendidik untuk memahami fenomena pendidikan secara sistematis, memberikan petunjuk tentang yang seharusnya dilaksanakan dalam mendidik, menghindari kesalahan-kesalahan dalam praktek mendidik anak juga untuk ajang untuk mengenal diri sendiri dan melakukan koreksi demi perbaikan bagi diri sendiri.

   Pedagogik perlu dipelajari bahkan jika bisa untuk setiap orang, tanpa terbatas pada identitas sebagai calon guru. Karena sebenarnya kita semua akan atau mungkin anda yang telah memiliki keluarga telah menjadi seorang pendidik. Saya menyadari dan mengetahui pada dasarnya manusia mempunyai naluri untuk mendidik tanpa mempelajari teori, buktinya banyak orang tua berhasil mendidik anak mereka sampai kesuksesan, tanpa mempelajari pedagogik, namun teoripun lahir dari praktek di lapangan.

  Lalu apakah dengan mempelajari pedagogik dan mempraktekannya dapat mendidik anak sehingga anak dapat mencapai kesuksesan? Jawabannya adalah bisa, karena tujuan pedagogik adalah memanusiakan manusia, menjadikan seseorang dewasa demi kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Kesuksesan ini jangan terus dikurung dalam artian pada kemapanan materi dari pandangan kita sebagai seorang pendidik sejati, tapi hakikatnya adalah menjadikan kesuksesan itu sebagai keberhasilan dalam menanamkan pada diri seseorang kebahagiaan dalam menjalani hidup dengan mengaplikasikan seperti misalnya mematuhi norma-norma yang ada pada masyarakat. Intinya, menjadikan seseorang menjalani hidup dengan bahagia.




http://e-smartschool.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=404&Itemid=55

Minggu, 13 Mei 2012

RESUME


RESUME DARI TOPIK BLENDED LEARNING


Dari topik yang diberikan tentang BLENDED LEARNING tersebut saya dapat mengetahui bahwa blended learning itu merupakan metode pembelajaran yang diberikan dengan topik tertentu secara online,namun bisa dilakukan dengan tatap muka misalnya antara dosen dengan mahasiswa didalam satu ruangan dan juga bisa melalui tempat yang berbeda-beda namun masih berada dalam keadaan online.Nah,di pertemuan tersebut baik secara langsung tatap muka atau jarak jauh kita dapat saling memberikan pertanyaan,feedback,jawaban ataupun opini tentang sebuah topik yang diperbincangkan di ruang chat masing-masing.

Blended learning ini bermanfaat bagi siapa saja yang tergabung dalam gtalk antara satu dengan yang lain,namun gtalk ini belum begitu sering digunakan di Indonesia,tetapi blended learning sudah banyak digunakan diluar negeri..Karena di Indonesia belum seluruhnya individu misalnya mahasiswa yang bergelut dengan teknologi memiliki fasilitas untuk menggunakan internet dan mengakses aplikasi gtalk serta menpraktekkan metode BLENDED LEARNING ini.Dan saat mengikuti perkuliahan saya merasakan manfaat blended learning ini dalam mendapatkan informasi ataupun opini teman yang lain.Serta meningkaatkan saling kebersamaan dan sosialisasi dengan teman yang lain juga,karena awalnya saya merasa bingung untuk menggunakan blended learning ini,namun akhirnya kendala tersebut teroobati dengan adanya komunikasi antar mahasiswa dan dosen pengajar untuk mendapatkan bantuan jika berada dalam kesulitan.Pokoknya blended learning begitu menyenangkan sekali………….
:)
          

TESTIMONI


PENGALAMAN SAYA DARI KULIAH HARI INI MENGGUNAKAN GTALK

      Pengalaman yang saya dapat dari kuliah hari ini menggunakan gtalk sangat berkesan.Dari yang awalnya saya tidak tahu menggunakan gtalk,,dengan adanya kuliah hari ini saya menjadi lebih tahu mengenai gtalk serta cara penggunaanya dan keuntungan yang bisa kita dapat dari fasilitas tersebut.
          Tadi saat menggunakan gtalk tersebut saya terkendala dengan koneksi yang ada di kampus,sehingga ruang chat yang ada pada gtalk saya menjadi keluar dan offline,hal tersebut membuat chat saya dengan teman sekelompok saya menjadi terhalang karena hal itu.Kadang status di ruang chat dengan teman yang lain tertulis kalau saya sudah keluar dan tiba-tiba saja ruang chat tersebut hilang,begitu hingga seterusnya,sehingga saya menjadi panik karena sudah begitu banyak percakapan yang saya dan teman-teman sekelompok saya lakukan.
Dengan gangguan yang ada pada laptop itu,teman sekelompok saya menjadi terkendala dan menjadi meng-invite saya secara terus -menerus.Dengan kejadian tersebut mereka pun menjadi jengkel dan mengulang kembali percakapan tentang BLENDED LEARNING yang ditentukan.Sehingga verbatim yang dikirim awalnya hanya sedikit saja mengenai percakapan saya dengan teman sekelompok.Hingga kemudian kami mengirim lagi percakapan dari awal hingga akhir yang lebih banyak dari yang sebelumnya dikirim karena ibu dosen mengatakan bahwa verbatim kami sangat sedikit.
          Sehingga kami berniat untuk mengganti hasil percakapan kami dan mengulanginya agar terlihat lebih bagus.Dan hal itu kami lakukan setelah jam perkuliahan telah selesai dalam arti kami mengerjakannya setelah jam perkuliahan selesai,dengan demikian kami bisa memfokuskan kerja kami tanpa ada yang terkendala baik dari segi koneksi ataupun hal lain yang bisa merusak percakapan dengan teman sekelompok.

Jumat, 11 Mei 2012

EMOSI

Pengertian Emosi. Dalam kehidupan banyak sekali permasalahan, dalam berita-berita banyak dikabarkan orang masuk bui hanya karena tidak dapat menahan emosi. Pemukulan, adu fisik dan bahkan pembunuhan. Alangkah sayangnnya permasalah itu timbul hanya karena masalah sepele dan emosi yang meluap-luap.
Beberapa kejadian buruk diakibatkan karena emosi, sungguhnya emosi sendiri itu apa? banyak pakar psikologi yang meguraikan emosi itu seperti apa, yaitu :
Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman (2002 : 411) emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak.

Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.
Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia. (Prawitasari,1995)

Beberapa tokoh mengemukakan tentang macam-macam emosi, antara lain Descrates. Menurut Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).
Daniel Goleman (2002 : 411) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu :
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat,  dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.
Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. T
etapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan (Goleman, 2002 : xvi).
Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 65) orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

SUMBER:http://belajarpsikologi.com/pengertian-emosi/


Jumat, 04 Mei 2012

ANAK LUAR BIASA


Pendidikan Anak Luar Biasa

Ø  Pengertian pendidikan anak luar biasa
Pendidikan Anak Luar Biasa adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses penbelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental social, tapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Selain itu pendidikan luar biasa juga berarti pembebelajaran Yng di rancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik.pendidikan luar biasa akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat di akomodasikan dalam program pendidikan umum.secara singkat pendidikan luar biasa adalah program pembelajaran yang di siapkan untuk memenh kebutuhan unik dari individu siswa.contohnya adalah seorang anak yang kurang dalam pengelihatan memerlikan buku yan hurufnya diperbesar.
Pedidikan anak luar biasa merupakan salah satu komponen dalam salah satu system pemberian layanan yang kompleks dalam memebantu individu untuk mencapai potensinya secara maksimal.pendidikan luar biasa di ibaratkan sebagai sebuah kendaraan dimana siswa penyandang cacat,meskipun berada di sekolah umum,diberi garansi untuk mendapatkanpendidikan yang secara khusus di rancang untuk membantu mereka mencapai potensi yang maksimal.pendidikan luar biasa tidak di batasi oleh tempat umum pemikiran kontemporer menyarankan bahwa layanan sebaiknya diberikan dilngkungan yang lebih alami dan normal yang sesuai dengan kebutuhan anak.individu-individu penyandag cacat hendaknya dipandang sebagai individu yang sama bukannya berbeda dari teman –teman sebaya lainnya dan yang harus di ingat bahwa pandanglah mereka sebagai  pribadi bukan kecacatannya.
Ø  Macam-Macam pendidikan system pendidikan anak luar biasa.

·         System pendidikan segregasi
Sistem pendidikan dimana anak berkelainan terpisah dari system pendidikan anak normal.penyelenggaraan system pendidikan segregasi dilaksanakan secara khusus dan terpisah dari penyelnggaraan pendidikan untuk anak normal.
Keuntungan sistem pendidikan segregasi:
a. Rasa ketenangan pada anak luar biasa
b. Komunikasi yang mudah dan lancar
c. Metode pembelajaran yang khusus sesuai dengan kondisi dan
kemampuan anak.
d. Guru dengan latar belakang pendidikan luar biasa
e. Mudahnya kerjasama dengan multidisipliner.
f. Sarana dan prasarana yang sesuai.
Kelemahan system pendidikan segregasi:
  1. Sosialisasi terbatas
  2. Penyelenggaraan pendidikan yang relative mahal
Bentuk-bentuk system pendidikan segregasi:
  1. Sekolah Luar Biasa
  2. Sekolah Dasar Luar Biasa
  3. Kelas Jauh/Kelas Kunjung
  4. Sekolah Berasrama
  5. Hospital School
·         Sistem pendidikan integrasi
Sistem pendidikan bagi siswa luar biasa yang bertujuan memberikan pendidikan yang memungkinkan anak luar biasa memperoleh kesempatan mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal agar dapat mengembangkan diri secara optimal.
Keuntungan system pendidikan integrasi
  1. Merasa diakui kesamaan haknya dengan anak normal terutama dalam  memperoleh pendidikan
  2. Dapat mengembangakan bakat ,minta dan kemampuan secara optimal
  3. Lebih banyak mengenal kehidupan orang normal
  4. Mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi
  5. Harga diri anak luar biasa meningkat
  6. Dapat menumbuhkan motipasi dalam belajar
Ø  Visi dan Misi perkembangan sekolah luar biasa
Selain dari beberapa perundangan dan persatuan yang dikemukakan diatas,masih ada kebijakan-kebijakan lainya yang berhubungan dengan layanan  pendidikan  bagi anak dengan kebutuhan pendidikan khusus ,salah satunya adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh direktorat pembinaan sekolah luar biasa yang di tuangkan dalam visi dan misi sebagai berikut:
-          Visi:Terwujudnya pelayanan yang optimal bagi anak kebutuhan khusus sehingga dapat mandiri dan berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
-           Misi:Memperluas kesempatan bagi semua anak berkebutuhan khusus melalui program segregasi ,terpadu dan inklusi.
-          Meningkatkan  mutu dan  relevansi pendidikan luar biasa dalam hal pengetahuan ,pengalaman ,atau keterampilan yang memadai.
Berbagai kebijakan yang berhubungan dengan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan pendidikan khusus tidak hanya yang bersifat regional dan nasional ,tetapi juga yang bersifat internasional yaitu:
  1. 1993 peraturan standar tentang kesamaan kesempatan untuk orang-orang penyandang cacat (PBB ,dipublikasikan tahun 1994)
  2. 1994 salaman tentang pndidikan inklusif (UNESCO,dipublikasikan tahun 1994,laporan terakhir tahun 1995).
  3. 2000 kesempatan Dakar tentang pendidikan tentang semua (UNED).
  4. Kecendrungan dalam pendidikan luar biasa
Berikut ini akan di kemukakan beberapa kecendrungan yang secara signifikan mempengaruhi pendidikan luar biasa di bawah ini:
  1. Pendidikan Inklusif
Tidak ada topik dalam pendidikan luar biasa yang mempunyai dampak yang luas atau mengakibatkan banyaknya kontraversi selain inklusi.
Inklusi adalah suatu system yang dapat saling membagi diantara setiap anggota sekolah sebagai masyarakat belajar,guru administrator staf  lainnya siswa,dan orang tua.Inklusi meliputi para siswa gifted dan berbakat ,mereka yang mempunyai resiko kegagalan karena lingkungan hidup mereka .mereka yang mempunyai kelainan dan mereka yang mempunyai prestasi rata-rata .Inklusi adalah suatu sistem yang di percaya dapat terwujud apabila ada pemahaman dan penerimaan dari semua staf.
  1. Beberapa ahli mengatakan bahwa hanya dengn cara ini sekolah dapat mennjukkan sistem inklusip dimana seluruh siswa dapat berprestasi penuh dalam  pendidikan umum yang berdasarkan kurikulum eksplisit. Kurikulum eksplisit adalah kurikulum yang diperuntungkan bagi siswa pada umumnya yang tidak dapat diakses oleh para siswa yang berkelainan. Sedangkan kurikulum implisit adalah kurikulum yang termasuk didalamnya intraksi sosial dan berbagi ketrampilan yang sangat baik dipelajari bersama sama dengan siswa pada umumnya.
Ø  Cara mengatasi permasalahan yang ada dalam pendidikan anak yang berkebutuhan khusus.
Untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus,maka telah disediakan berbagai bentuk layanan pendidikann (sekolah)bagi mereka.pada dasarnya sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus sama dengan sekolah anak-anak pada umumnya. Namun kondisi dan karekteristik kelainan anak yang disandang anak yang berkebutuhan khusus, maka sekolah bagi mereka di rancang secara khusus sesuai dengan jenis dan karakteristik kelainannya.
Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
  1. Sekolah Luar Biasa (SLB)
Yaitu sekolah yang di rancang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus dari satu jenis kelainan.
Di Indonesia kita mengenal bermacam-macam SLB,antara lain:
-  SLB  bagian A (Khusus untuk anak Tuna netra)
-  SLB  bagian B (Khusus untuk anak Tuna rungu)
-  SLB  bagian C (Khusus untuk anak Tuna grahita)
Dalam satu unit SLB biasanya terdapat berbagai jenjang pendidikan mulai dari  SD,SMP, Hingga lanjutan.
2.      Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)
Yaitu bentuk persekolahan (layanan pendidikan) bagi anak berkebutuhan khusus hanya satu jenjang pendidikan SD.
Selain itu siswa SDLB tidak hanya terdiri dari satu jenis kelainan saja, tetapi bias dari berbagai jenis kelainan. Misalkan dalam satu unit SDLB dapat menerima siswa tuna netra,tuna rungu,tuna daksa,bahkan siswa autis.